Melalui Program ADik, Rizal yang Tunanetra Bisa Kuliah

Puslapdik-  Rizal Kurniawan Hidayat patut bangga dan bersyukur bisa kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Betapa tidak, lelaki kelahiran Jombang tahun 2003 lalu itu mengalami gangguan penglihatan sejak kecil.  Kedua orang tuanya, yakni Setiyono dan Anik Sulastri, juga penyandang tunanetra. Setiyono berprofesi sebagai terapis pijat.

Rizal mengungkapkan, ia bisa berkesempatan mengikuti kuliah karena ada program afirmasi pendidikan (ADik) untuk difabel ’’Sekarang ada KIP (Kartu Indonesia Pintar) difabel. Jadi penyandang disabilitas bisa dapat beasiswa kuliah,’’ katanya seperti yang dikutip dari portal berita radarjombang.jawapos.com.

Program afirmasi pendidikan (ADik) untuk difabel dikelola Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik). Skema pembiayaannya bisa melalui ADik atau juga melalui KIP Kuliah.

’’Selama setahun kuliah, saya belum pernah bayar bahkan malah dapat biaya hidup. Tiap bulan, saya dapat bantuan biaya hidup Rp 1 juta, “kata Rizal yang masuk  kuliah di Unesa tahun 2020 kemarin di Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Saat di sekolah dasar, Rizal menempuh pendidikan di SD Luar Biasa di Malang. Lantas ia melanjutkannya ke SMP dan SMA Luar Biasa negeri di Jombang. Selama di SMP dan SMA di Jombang, Rizal tinggal di rumahnya Kasmimi, pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Jombang. ’’Bu Kasmimi sudah seperti orang tua saya sendiri,’’ ucapnya.

Baca Juga

Keberhasilan Rizal mengikuti perkuliahan tak lepas dari berbagai prestasi yang diraihnya saat di SMP dan SMA. Sejak di SMP, Rizal sudah belajar musik, utamanya keyboard. Ia bahkan pernah ikut les privat. Dari kemampuannya bermusik itu, puluhan lagu sudah diupload di youtube.

Tak hanya bermusik, Rizal juga pernah juara satu kejuaraan catur tingkat Kabupaten Jombang. Ketika mengikuti lomba catur tingkat SMA LB tingkat Provinsi Jatim 2018, dia meraih juara harapan tiga.

UTBK dengan Komputer Bersuara

Rizal mengenang saat ikut tes UTBK tahun 2020 lalu di Kampus Universitas Airlangga. Dia menggunakan komputer yang punya aplikasi suara. Tombol yang ditekan muncul suaranya. Semua yang ditunjuk kursor juga keluar suaranya. Ia telah menyiapkan dirinya untuk mengikuti UTBK dengan menanyakan kepada teman-temannya tips mengerjakan soal-soal UTBK yang baik dan benar.

"Saya belajar dan berlatih UTBK dengan mengikuti bimbingan dan sharing dengan teman-teman saya yang sudah lulus atau yang masih menempuh kuliah, “kenangnya.

Saat ini Rizal sudah duduk di semester 3. Karena pandemi Covid-19, kuliah dilakukan secara daring. Menurut Rizal, dirinya tidak menemui kendala dalam kuliah. Dia selalu aktif tanya file materi kuliah ke dosen. Berbekal file itu, dia bisa mempelajari mata kuliah yang diberikan secara mendalam. Juga bisa mencari tambahan bahan di internet sehingga  bisa semakin memahami materi yang diberikan dosen. Dengan cara tersebut, indeks prestasi yang diraih Rizal bisa mencapai 3,7.

Rizal mengaku sudah tidak sabar untuk kuliah tatap muka agar bisa bertemu teman-teman kuliahnya sekaligus mengembangkan bakat dan keterampilannya. ’’Di kampus banyak unit kegiatan mahasiswa. Saya ingin bisa mengembangkan kemampuan olahraga dan musik, “ ujar Rizal yang punya cita-cita menjadi guru ini.


Bagikan ke: