Memeroleh Bantuan KIP Kuliah, Pratiwi Ingin Wujudkan Mimpi Orang Tuanya

Puslapdik- Memperoleh bantuan KIP Kuliah bagi Julianti Pratiwi, mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Serambi Mekkah (USM), Banda Aceh, merupakan suatu anugerah yang luar biasa. Menyadari bahwa orang tuanya tergolong keluarga tidak mampu, Pratiwi sungguh tidak pernah bermimpi bisa mengecap bangku kuliah.

Rumahnya berada di Dusun Bak Aghu, Gampong (Desa) Alue Rindang, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Butuh waktu Sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan mengendarai mobil dari Banda Aceh. Berada di tengah ladang yang jauh dari jalan raya dan jauh dari pemukiman penduduk.  Rumah keluarga Pratiwi teramat sangat sederhana, berupa rumah panggung yang keseluruhannya dari kayu. Saat dikunjungi Tim Puslapdik pada pertengahan April 2021 lalu, terlihat rumahnya sudah lama dibangun dan kayunya belum pernah diganti. Kusam, dan beberapa bagian sudah lapuk.

Rumah tersebut berada di lahan seluas kira-kira 1 hektar. Jangan berpikir itu lahan milik keluarga Pratiwi. Lahan tersebut milik Irsawati, seorang dosen di Universitas Syiah Kuala dan juga dosen di USM. Ayah Pratiwi, Dedi Supriyadi, hanyalah penunggu, perawat, dan penjaga peternakan ayam milik Irsawati. Dari hasil penjualan ayam potong yang berlangsung sekitar tiga bulan sekali itu, Dedi hanya memperoleh pembagian keuntungan sekitar 1-2 juta. Sedangkan ibundanya Pratiwi, yakni Vivi, hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dedi dan Vivi sebetulnya bukan asli Aceh. Keduanya merupakan perantauan dari Bogor, Jawa Barat.  Pratiwi sendiri anak sulung dari tiga bersaudara, adiknya baru kelas enam sekolah dasar, sedangkan yang bungsu belum sekolah.

Kembali ke Pratiwi. Saat duduk di bangku kelas 12  di SMK Negeri 1 Kota Jantho, Aceh Besar, tahun 2020 lalu, gurunya menawarkan Pratiwi untuk mencoba mengikuti program KIP Kuliah. Selain karena berasal dari keluarga tidak mampu, gurunya menawarkan KIP Kuliah juga karena sejak kelas 10, Pratiwi mempunyai prestasi belajar yang diatas rata-rata.

Pratiwi akhirnya mendaftar KIP Kuliah dengan tujuan kuliah Fakultas Ekonomi dan manajemen program studi Akuntansi Universitas Serambi Mekkah (USM), Banda Aceh. Alasan memilih USM sebagai tempat berkuliah, karena kebetulan Pratiwi selama kuliah juga tinggal di rumah Irsawati di Banda Aceh selama kuliah.  Pratiwi memilih jurusan akuntansi karena memang punya minat ke arah bisnis. Bahkan Pratiwi punya cita-cita usai kuliah kelak untuk menjajal ke arah kewirausahaan

“Saat diberitahu saya berhasil mendapat bantuan KIP Kuliah, saya sangat bersyukur karena saya masih diberi kesempatan menikmati kuliah walaupun orang tua saya kurang mampu, “kata Pratiwi sambil terharu sedih.

Baca juga :

1. Dengan Bidikmisi, Anak Sopir Truk itu Kini Jadi Staf Khusus Menteri

2. Kata Orang Tua Tentang PIP

3.Rektor USM : KIP Kuliah Angkat Martabat Mahasiswa Aceh

Ingin mewujudkan mimpi orang tuanya

Meskipun dari keluarga miskin dan bisa kuliah karena memperoleh bantuan KIP Kuliah, Pratiwi mengaku tidak merasa minder. Pratiwi malah merasa terharu dan bangga karena bisa kuliah dengan tidak merepotkan orang tuanya.

Pratiwi berharap, melalui bantuan KIP Kuliah, ia bisa mewujudkan mimpi orang tuanya untuk hidup cukup. Karena itu, Pratiwi bertekad belajar keras agar bisa meraih IPK tinggi, sebab sebagai penerima KIP kuliah, Pratiwi dituntut untuk memiliki prestasi akademik agar bantuan KIP Kuliahnya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Dituturkan Pratiwi, bantuan KIP kuliah sudah dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhannya selama kuliah, seperti membeli buku, biaya warnet, rental komputer, fotocopy atau pencetakan. Juga untuk transportasi dan biaya sehari-hari. “Cukup sih untuk kebutuhan kuliah, karena saya ke kampus tidak naik transportasi, tapi jalan kaki. Makan sehari-hari juga dibantu keluarga Bu Irsa karena saya memang tinggal di rumah Bu Irsa selama kuliah ini, “katanya.

Dedi mengaku bersyukur atas diperolehnya KIP Kuliah untuk Pratiwi, anaknya. “Saya mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga pada pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, atas bantuan berupa KIP Kuliah pada anak kami, “kata Dedi.

Sedangkan Pratiwi menilai, program KIP kuliah ini sangat membantu masyarakat yang ekonominya lemah namun punya keinginan agar anaknya bisa hidup lebih baik.


Bagikan ke: